Selasa, 10 Januari 2017

FILE DAN DIREKTORI






FILE DAN DIREKTORI
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS KELOMPOK PADA MATA KULIAH PENGANTAR ILMU KOMPUTER

DOSEN PEMBIMBING : Nurbaiti, S.Kom, M.kom
DISUSUN OLEH :

SRI SINTIA DEWI (0702162001)
ERA PRASTINI (0702162003)
FITRIA SRI BUDI ASIH (0702162004)
REZA PRADANA (0702162005)
ESI NURIYANA SIREGAR (0702162006)
ILHAM ERSYAH PRATAMA (0702162007)
NURUL AFRIANI TANJUNG (0702162008)
Hasil gambar untuk uinsu
SISTEM INFORMASI I
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
MEDAN
TA 2016/201

KATA PENGANTAR

Puji syukur mari kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berisi “FILE DAN DIREKTORI”. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Pengantar Ilmu Komputer.

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak yang membantu mengerjakan makalah ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu. Makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besar nya apabila ada kekurangan atau kesalahan penulisan pada makalah ini.

Kami menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami tentang File and Direktory menjadikan keterbatasan kami pula, untuk itu kami meminta kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.
Harapan kami, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang File and Direktory.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.



                                                                                                Medan,23 November 2016


                                                                                                           
                       Penulis

 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
 Seperti yang kita ketahui, zaman sekarang semakin berkembang dengan semua kemajuan-kemajuan teknologi. Indonesia termasuk Negara yang cukup banyak memakai teknologi. Namun terkadang kita hanya tahu untuk menggunakan, bahkan kita sering tidak mengetahui nama bahkan kegunaan yang sebenar-benarnya.
                 Mungkin mulai dari sekarang kita harus lebih tahu dan lebih memahami  nama dan kegunaan dari teknologi yang kita gunakan. Karena semakin berkembangnya zaman akan semakin berkembang pula teknologi- teknologi di dunia. Dizaman serba canggih seperti sekarang tidak perlu lagi kita susah-susah mencari teknologi yang ingin kita pelajari. Dimana saja dan kapan saja kita bisa mengakses teknologi dimanapun.
                 Pada pembuatan makalah ini kami akan membahas / menyampaikan bagaimana sebenarnya perkembangan, namun kita juga tidak hanya harus tahu alat atau objeknya. Namun fitur-fitur didalam objek atau alat tersebut juga harus kita ketahui. Pada pembuatan makalah kami ini kami akan membahas tentang fitur penyimpanan didalam sebuah computer.
Harapan kami semoga makalah yang kami ajukan ini bermanfaat untuk kita semua. Baik bagi kami maupun untuk para pembaca. Apabila ada kekurangan kami memohon maaf kepada para pembaca. Apabila ada saran dari pembaca yang ingin disampaikan, kami sangat menerima masukan dari anda. Terimakasih.






1.2   Rumusan Masalah
a.       Apa sebenarnya file dan direktori ?
b.      Apa kegunaan dari file dan direktori ?

1.3   Tujuan
a.       Agar para pembaca dapat mengetahui apa sebenarnya file dan direktori.
b.      Agar kita bisa lebih mengetahui apa kegunaan, agar kita tidak hanya sekedar memakai, tapi juga bisa menegtahui.

 BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian File
Pengertian file dalam sistem operasi
            File system atau disebut juga dengan manajemen file adalah suatu metode dan struktur data yang dipakai oleh sistem operasi untuk mengatur serta mengorganisir file yang terdapat pada disk atau partisi disk. Manajemen file (File system) dapat diartikan sebagai disk atau partisi yang dipakai untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu.
1.1.  Manfaat manajemen file 
Adapun manfaat dari manajemen file diantaranya yaitu:
- Dapat mengurangi resiko kehilangan file, misalnya seperti terhapusnya file secara tidak sengaja.
- file tersimpan dimana saja dan  letak file  dapat memudahkan kita dalam pencarian file.
- Dapat menghemat kapasitas penyimpanan dengan cara melakukan penghapusan file yang tidak terpakai.

1.2.  Sasaran sistem file
  • Untuk memenuhi kebutuhan dari manajemen data bagi pemakai atau user.
  • Untuk menjamin data yang terdapat pada file adalah valid.
  • Untuk optimasi kinerja.
  • Untuk menyediakan dukungan masukan (input) dan keluaran (output) bagi beragam tipe perangkat penyimpanan.
  • Untuk meminimalkan atau mengeliminasi potensi kehilangan data.
  • Untuk menyediakan sekumpulan rutin interface masukan (input) dan keluaran (output

1.3.  Fungsi pengelolaan file
  • Mekanisme pemakaian file secara bersama.
  • Penciptaan, modifikasi dan penghapusan file.
  • Kemampuan men-beckup dan recovery untuk dapat mencegah kehilangan file dikarenakan kecelakaan atau adanya upaya penghancuran file.
  • Pemakai bisa mengacu file dengan nama simbolik (Symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang mengacu perangkat fisik.
  • Supaya pada lingkungan sensitif, informasi dapat tersimpan dengan aman dan rahasia.
  • Sistem file harus menyediakan interface user-friendly.
1.4.  Arsitektur Pengelolaan File
Pengelolaan file biasanya terdiri seperti di bawah ini:
  • Sistem akses, yaitu berhubungan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file akses.
  • Manajemen file, yaitu berhubungan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file, seperti: penyimpanan, pengacuan, pemakaian bersama, dan juga pengamanan.
  • Manajemen ruang penyimpanan, yaitu berhubungan dengan alokasi ruang untuk file di perangkat penyimpan.
  • Mekanisme Integritas file, yaitu berhubungan dengan jaminan informasi pada file yang tidak terkorupsi.
1.5  File yang terdapat pada sistem operasi
Terdapat tiga tipe file pada sistem operasi, adapun file yang terdapat pada sistem operasi yaitu :
  • File regular yang berisi informasi.
File seperti ini terdiri dari file teks dan biner. File teks berisi baris-baris teks. Sedangkan file biner eksekusi (exe), hanya diketahui oleh sistem operasi, sedangkan struktur internal dari file biner hasil program aplikasi hanya diketahui oleh program aplikasi saja yang menggunakan file tersebut.
  • File folder
File folder yaitu file yang dimiliki oleh sistem operasi, berisi informasi-informasi mengenai daftar file yang terdapat  didalam folder tersebut.


2. Struktur Direktori

Direktori atau folder merupakan suatu entitas dalam sebuah sistem file yang mengandung file atau direktori lain. Pada hakikatnya, file atau direktori lain tersebut terdapat di dalam disk, sedangkan direktori hanya menyediakan link atau mengarahkan pada file yang ada. Direktori digunakan sebagai sarana pengorganisasian file pada suatu sistem komputer. Dengan adanya direktori, setiap file dapat dikelompokkan. Suatu direktori dapat berisi file maupun direktori lain, sehingga direktori dapat juga disebut sebagai file istimewa. Dalam pengorganisasian sebuah file, sistem operasi dapat memartisi disk menjadi beberapa direktori atau menjadikan dua disk menjadi sebuah direktori.
Berikut adalah gambaran contoh struktur direktori :
Hasil gambar untuk struktur direktori
Informasi dalam suatu direktori berbeda-beda, tergantung dengan sistem operasi yang digunakan. Adapun atribut atau informasi didalam direktori yaitu :
a.       Nama,  nama merupakan nama dari direktori itu sendiri.
  1. Alamat,  alamat merupakan alamat dari direktori tersebut.
  2. Tanggal,  berisi keterangan mengenai tanggal pembuatan direktori tersebut.
  3. Ukuran,  ukuran merupakan besarnya ukuran suatu direktori, biasanya dalam satuan byte, kilobyte, megabyte, gigabyte. Batas maksimum dari suatu direktori bergantung pada sistem file yang digunakan.
  4. Proteksi,  berguna untuk perlindungan. Mencakup siapa saja yang mengakses, penyembunyian file, read-only, dan sebagainya. Dalam Unix, proteksi berguna untuk mengubah atribut file dengan menggunakan perintah "chmod".
            Atribut pada direktori dirancang sewaktu pembuatan sistem operasi, sehingga atribut yang ada tergantung pada pembuat sistem operasi tersebut. Atribut yang kami paparkan   di atas merupakan atribut yang umum dan sering digunakan.
      Mempelajari struktur direktori, memberikan kita pemahaman bagaimana menyusun sebuah direktori dalam suatu sistem file. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam menyusun sebuah direktori dalam suatu sistem. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti penamaan file, pengelompokan file dan berbagi file (file sharing). Selain itu ada juga tiga struktur direktori yang dikenal,  antara lain:
  • Struktur Direktori Bertingkat, yaitu direktori yang terbagi menjadi direktori satu tingkat (Single Level Directory)  dan direktori dua tingkat (Two Level Directory).
-          Singel Level Directory merupakan directori yang paling sederhana, karena berkas yang ada disimpan dlm direktori yang sama.
Gambar direktori satu tingkat (Singel Level Directory)


Hasil gambar untuk direktori satu tingkat

-          Two Level Directory, dalam direktori ini sering terjadi kesulitan dalam menentukan file dari dua pengguna yang berbeda, penyelesaian menggunakan direktori terpisah, yakni User File Direktori (UFD).
Gambar direktori dua tingkat (Two Level Directory)
Hasil gambar untuk direktori dua tingkat
  • Direktori berstruktur pohon (Tree-Structured Directory).
-          Pada Tree-Structured Directories, setiap pengguna dapat membuat sub-direktori sendiri dan mengorganisasikan berkas yang dimiliki. Dalam penggunaan normal, setiap pengguna pasti memiliki direktori.  Saat ini current directory merupakan berkas yang baru-baru ini digunakan oleh pengguna.
Gambar direktori berstruktur pohon (Tree-Structured Directory)
Hasil gambar untuk direktori berstruktur pohon
  • Direktori berstruktur graf, direktori ini dibagi menjadi struktur graf asiklik (Acyclic-structured Directory) dan struktur graf sederhana (General-graph Directory).
-          Didalam struktur pohon tidak memperbolehkan pembagian berkas/direktori, namun direktori berstruktur graf memperbolehkan direktori untuk berbagi berkas atau subdirektori. Jika ada berkas yang diakses oleh dua pengguna/lebih, maka struktur ini menyediakan fasilitas sharing.

Berikut adalah gambar bentuk direktori berstruktur graf (Acylic-structured Directory)
                       

Acyclic-Structured Directory

Gambar bentuk direktori berstrukstrur General-graph Directory
Hasil gambar untuk direktori berstruktur General-graph Directory
Add caption
Bentuk direktori yang telah bahas mempunyai nilai historis tersendiri. Sebagai contoh, direktori bertingkat satu, pada awal perkembangan komputer terdahulu, kapasitas dari secondary storage masih terbatas. Besarnya hanya berkisar beberapa megabyte saja. Oleh karena itu, struktur direktori bertingkat satu sudah mencukupi untuk kebutuhan penggunaan komputer sehari-hari. Namun dengan berkembangnya zaman, direktori tidak hanya menjadi satu tingkat, namun telah banyak direktori – direktori yang lain bermunculan, seperti direktori dua dan seterusnya.

            Untuk mengkategorikan operasi dalam direktori, terdapat tujuh operasi yang biasa digunakan oleh sistem operasi dalam melakukan pengoperasian pada suatu direktori, adapun tujuh operasi dasar tersebut, yaitu :
  1. Mencari file.
 Bila pengguna atau sebuah aplikasi ingin melakukan suatu operasi terhadap suatu file, file tersebut harus dibuka terlebih dahulu. Untuk itu, sebuah direktori harus mencari entri yang bersesuaian dengan file tersebut dengan menelusuri struktur dari direktori yang bersangkutan.
  1. Membuat file.
 Saat sebuah file baru dibuat, maka sebuah entri akan ditambahkan ke direktori.
  1. Menghapus file. 
Ketika suatu file tidak dibutuhkan lagi, maka file tersebut bisa dihapus dari direktori.
  1. Menampilkan isi direktori. 
Menampilkan seluruh atau sebagian daftar file yang ada dalam direktori dan atribut dari file dalam direktori tersebut (misalnya, information access controltype danusage information).

  1. Mengubah nama file. 
Nama suatu file menggambarkan isi file terhadap pengguna. Maka dari itu, nama file harus dirubah ketika isi dan kegunaannya sudah tidak sesuai lagi. Mengubah nama suatu file memungkinkan berpindahnya posisi file di dalam struktur direktori.
  1. Akses sistem file. 
Pengguna bisa mengakses setiap direktori dan setiap file yang berada dalam struktur direktori.
  1. Update direktori. 
Karena sebagian atribut file disimpan dalam direktori, maka perubahan yang terjadi terhadap suatu file akan berpengaruh terhadap atribut dari file yang bersangkutan di direktori tersebut.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Setelah selesainya makalah yang kami buat ini, terdapat beberapa kesimpulan yang bisa kami   simpulkan. Kesimpulan yang kami buat ini kami ambil dari wacana yang telah kami bahas dalam bab – bab sebelumnya. Inilah beberapa kesimpulan yang dapat kami paparkan :
a.       Manajemen file adalah metode dan struktur data yang dipakai oleh sistem operasi untuk mengatur serta mengorganisir file yang terdapat pada disk atau partisi disk.
b.      Direktori merupakan suatu identitas dalam suatu file yang mengandung file lain.
c.       File terdapat didalam disk, direktori hanya menyediakan link atau mengarahkan pada file yang ada.
d.      Direktori digunakan sebagai sarana pengorganisasian file pada suatu sistem computer.
e.       Atribut didalam direktori : nama, alamat, tanggal, ukuran, dan proteksi.
f.        Tiga struktur direktori : - Direktori  struktur bertingkat, direktori tingkat satu dan tingkat dua.
  - Direktori struktur pohon.
  - Direktori struktur graf.
g. Tujuh operasi sistem operasi pada direktori adalah, membuat file, mencari file, menghapus file,      menampilkan isi direktori, mengubah nama file, akses sistem file, update direktori.